Rabu, 16 Desember 2015



hahaha mungkin kalian bingung dengan judul yang saya sematkan diatas, belum lama ini di salah satu aplikasi messenger, LINE saya dapat sebuah gambar yang menginspirasi untuk tulisan ini.

inilah penampakan gambar tersebut hehe
oke, saya sudah kuliah di Gunadarma selama 3 semester, mungkin bagi kalian para mahasiswa gunadarma paham dengan gambar diatas. kenapa uts di gunadarma disamakan dengan liburan, ya karena biasanya periode uts itu sebulan penuh sedangkan masuk nya hanya seminggu 2 kali. jadi lebih banyak waktu liburntya dari pada masuknya.

tapi satu hal yang harus diingat, nilai dari uts adalah nilai yang  bobotnya paling besar yaitu 70% sedangkan nilai dari uas bobotnya hanya 30% (pengecualian untuk pelajaran yang termasuk Ujian Utama, pembagian bobotnya adaah uts 50% dan uu 50%). jadi sebenarnay inilah waktu yang tepat untuk menyiapkan nilai karena kalo nilai utsnya jelek akan susah untuk mengejar nilai yang hanya bergantung pada uas.

jadi intinya bolehlah menyamakan uts dengan liburan tetapi harus diingat juga nilai dari uts ini sangat berpengaruh nantinya, jangan karena banyak liburnya membuat kita terlena bahwa uts sebenarnyna sedang dilangsungkan.





codesaya.com? mungkin sebagian dari anda bertanya-tanya apa itu codesaya.com, code saya merupakan salah satu web pembelajaran yang bertujuan memberikan pembelajaran tentang pemroograman. 

jika beberapa waktu lalu saya pernah membuat post tentang codecademy.com, maka code saya ini bisa dikatakan merupakan perwujudan code cademy dalam bahasa Indonesia. jadi buat anda yang kurang menguasai bahasa Inggris tapi ingin belajar pemrograman maka code saya merupakan tempat yang cocok bagi anda.

dibawah saya demonstrasikan sedikit cara menggunakan atau belajar ngoding di codesaya.com











buat anda yang penasaran silahkan langsung ke TKP

Minggu, 08 November 2015



28 Oktober 2015 belu lama berlalu, ya pada tanggal tersebut tepat 87 tahun digaungkannya sumpah pemuda. dalam namanya memang terdapat kata "pemuda" yang biasanya didefinisikan sebagai bagian dari seseorang dalam mencari jatidiri, tapi pada hakikatnya isi sumpah pemuda adalah sesuatu yang sangat tegas demi terciptanya cita-cita berdirinya negara Indonesia.

bunyi sumpah pemuda yang terukir dalam prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda yang masih menggunakan ejaan van Ophysen adalah sebagai berikut:



"Pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe tanah air Indonesia.
Kedua: Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengjoenjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia."

lalu apa esensi sumpah pemuda dalam era yang sekarang? apa kita sebagai pemuda-pemudi hanya berdiam diri setelah merasakan nikmatnya kemerdekaan? pastinya tidak. diera globalisasi seperti sekarang ini kita seharusnya mengerti apa yang harus dilakukan dan dikorbankan demu terciptanya tujuan bangsa Indonesia.

bila kita telaah dari kalimat "mengakoe berbangsa satoe" mungkin sudah tidak lagi termaksud saat ini. jika kita mengaku berbangsa satu, tak mungkin ada perdebatan yang berujung dengan keributan. dan tidak mungkin adanya perpecahan hanya karena problem-problem yang sepele.

oke jika pada paragraf diatas kita menelaah dari isi sumpah pemuda yang kedua, kali ini adalah isi yang ketiga yang intinya terdapat pada kalimat "mengjoenjoeng bahasa persatoean". sudah bukan hal yang asing lagi bila dalam bahasa sehari hari banyak para pemuda yang agak melupakan makna dari kalimat diatas, ya begitu banyak bahasa yang mereka sebut "gaul" yang pada hakekatnya tidak menjunjung bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.

membuat tulisan bertema sumpah pemuda membuat saya teringat Bung Karno pernah berkata "Berikan aku 1000 orang tua niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia".

sebuah kalimat yang seakan membuat darah mengalir begitu cepat, kalimat yang seharusnya dijadikan cambuk bagi para pemuda untuk berjuang lebih giat lagi.


sudah layaknya sekarang para pemuda harus kepalkan tangan dan dengan semangat membara bersumpah menjadi pemuda-pemudi yang berguna bagi bangsa Indonesia. HIDUP MUDA MUDI INDONESIA!!!!!!



setelah beberapa minggu lalu saya mengulas sebuah web application yaitu codecademy.com, yang merupakan sebuah web yang mewadahi bagi mereka yang ingin belajar pemrograman terutama mereka yang ingin fokus pada pemrograman web.

kali ini akan saya ulas cara ataupun langkah menggunakan web ini. 

1. silahkan buka codecademy.com, maka akan terlihat tampilan awal website seperti ini:

2. kemudian log in atau sign up, setelah berhasil akan muncul tampilan seperti pada gambar dibawah:

3. scrool down lalu pilihlah materi (disini biasa disebut les) yang ingin anda pelajari.

4. disini saya memilih materi HTML & CSS, tampilan awalnya seperti pada gambar dibawah:

5. pada gambar diatas adalah materi yang akan dipelajari jika mengikui les HTML & CSS. yang pasti ikutilah les dari awal sampai akhir agar benar-benar paham.

berikutnya adalah tampilan worksheet dimana kita akan mulai ngoding.



oke jadi begitulah cara kerja si codecademy.

Selasa, 13 Oktober 2015



"Revolusi Mental" adalah kalimat yang beberapa tahun belakangan ini terdengar begitu syahdu digaungkan. ya revolusi mental adalah sebuah tujuan yang ingin dicapai oleh presiden Indonesia yang ke - 7 Bapak Ir. H. Joko Widodo. Bila ditelaah arti dari revolusi adalah perubahaan, jadi revolusi mental bertujuan untuk membentuk mental yang baik bagi masyarakat.

pada tulisan kali ini saya akan meghubungkan revolusi mental dengan sepak bola Indonesia. berhubung saya merupakan penggemanya. pada tulisan ini saya mengambil contoh pada pertandingan piala presiden beberapa pekan yang lalu.

saat itu digelar pertandingan perempat final antara sriwijaya FC vs bonek FC (sebelumnya persebaya united). sriwijaya yang sedang tertinggal agregat 2-0 mencoba mengejar ketertingalan. terjadilah handball dikotak pinalti bonek FC, yang dari siaran ulang terlihat tidak ada handball.

induk permasalahan dimulai dari sini para pemain dan official bonek fc menarik diri dari lapangan dan memilih WO. dalam beberapa berita yang saya baca para pemain mengikuti perintah dari orang yang disebut "ayah" agar WO dari pertandingan. bisa dilihat dari ss berita yang saya ambil dari http://bola.inilah.com/read/detail/2241578/bonek-fc-wo-ini-komentar-evan-dimas 

bisa dilihat dalam paragraf yang saya lingkari, para pemain "nurut" dengan sosok yang mereka sebut ayah. tapi ayah macam apa yang menempa mental anak didiknya menjadi mental pecundang.

hal ini amat sangat disayangkan, memang wasit memberikan keputusan yang salah tapi toh wasit juga manusia siapapun bisa salah. apalagi dalam tubuh bonek FC ini terdapat para eks timnas U-19 yang digadang-gadang menjadi generasi emas sepakbola kita. tapi apa iya generasi emas akan tetap terjaga kalo tidak dijaga?

sebenarnya begitu banyak hal yang harus diRevolusi dalam tubuh sepak bola Indonesia. mulai dari suporter yang harus merubah sikap agar lebih baik lagi, sampai induk organisasi yang sangat harus berevolusi.

bila itu tidak terjadi mungkin beberapa tahun kedepan kita akan melihat timnas kita "dibantai" oleh timur leste yang dulu merupakan bagian dari negara kita. karena pada kenyataanya peringkat Timur Leste di rangking Fifa pun lebih baik dari kita (terlepas dari Indonesia yang disanksi fifa).

 MIRIS !!!!